Dolar Zimbabwe Kiamat, 100 Triliun Dihargai Rp 5000 Saja

Dolar Zimbabwe Kiamat, 100 Triliun Dihargai Rp 5000 Saja

1129
0
SHARE

Mulai pekan depan, nilai mata uang Zimbabwe yang fantastis, mencapai nominal ‘quadriliun’ akan diperbaharui menjadi beberapa dolar Amerika Serikat (AS).

Bank Sentral Zimbabwe mengatakan Presiden Robert Mugabe telah menghapus mata uang nasional, di mana secara virtual sudah tak berlaku akibat hiper-inflasi.

Dari laporan Reuters, Jumat (12/6), negara di selatan benua Afrika itu mulai memberlakukan mata uang fantastis itu sejak 2009. Saat itu dipicu hancurnya dolar Zimbabwe setahun sebelumnya.

Pada puncak krisis ekonomi itu laju inflasi tak terkontrol hingga 500 miliar persen. Harga-harga melonjak setiap dua kali sehari, inflasi makin berlipat ganda.

Masyarakat di sana sampai membawa sekantong uang penuh hanya untuk membeli roti dan susu.

Gubernur Bank Sentral Hohn Mangudya mengatakan, pemilik uang cetakan 2008 masih dapat ditukarkan menjadi dolar AS mulai Senin (15/6) depan.

Proses penukaran itu sekaligus menjadi kiamat bagi uang dolar Zimbabwe. Nilainya adalah US$ 1 untuk setiap 35 quadriliun dolar Zimbabwe.

Adapun nilai mata uang tertinggi yang pernah dicetak di Zimbabwe mencapai 100 triliun pada 2008 silam. Ironisnya, pecahan itu tak cukup untuk membayar bus dari rumah ke kantor.

Sementara itu, bagi pemilik pecahan uang dolar Zimbabwe lama, bisa ditukarkan $1 untuk setiap 250 triliun dolar Zimbabwe.

Artinya, untuk setiap lembar uang kertas 100 triliun dolar cuma dihargai sebesar 40 sen dolar AS, atau setara Rp.5330 (US$1 = 13.325).

Bank sentral sudah menyiapkan dana US$ 20 juta untuk membeli semua uang kertas Zimbabwe yang masih beredar.

NO COMMENTS

Comments are closed.